PEMBUNUH BERAGAMA sebagai MIMPI BURUK saat di HARI NATAL.
JAKARTA-- Natal (dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. (Wikipedia)
Seluruh dunia tanpa terkecuali merayakan hari Natal sebagai hari paling bahagia bagi umat Kristiani. Hari paling bahagia paling indah, damai, tenteram, dan pastinya dipenuhi sukacita dalam menyambut kelahiran sang Jurus Selamat Yesus Kristus.
Namun apa jadinya jika hari indah itu berubah jadi hari yang menakutkan bagi umat Kristiani, seperti yang sering terjadi saat ini. Masih ingat dengan Riyanto? Anggota BANSER yang rela meledakkan dirinya bersama bom yang ditemui di sebuah Gereja, Mojokerta, Jawa Timur.
Berita ini memang sudah terjadi selama 20 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 24 Desember 2010. Saat sebuah Gereja merayakan hari lahirnya Yesus Kristus atau Hari Natal yang seharusnya adalah hari bahagia dan penuh sukacita berubah menjadi Hari paling menakutkan saat itu.
"Anggota banser dan petugas pengamanan gereja dan polisi mengamankan bungkusan mencurigakan tersebut. Riyanto membuka bingkisan dalam tas hitam dengan kabel tampak menjulur. Tiba-tiba keluar percikan api. Riyanto meminta semua orang berlindung: Tiarap!
Dia membuang bom keluar dari gereja agar tidak meledak di dalam gereja. Bom dilempar keluar ke tempat sampah, tapi terpental.
Riyanto berusaha membuang lebih jauh lagi dari gereja. Namun, bom keburu meledak. Riyanto berpulang dengan menyelamatkan nyawa banyak orang.
Sisa-sisa tubuh Riyanto baru ditemukan tiga jam kemudian di sebelah utara kompleks gereja, sekitar 100 meter dari pusat ledakan. Dengan kondisi tubuh mengenaskan, Riyanto wafat saat itu juga.
Ledakan bom saat itu merobohkan pagar tembok di seberang gereja. Kaca-kaca lemari dan etalase Studio Kartini yang tepat di depan gereja Eben Haezer hancur semua
Untuk mengenang jasa-jasanya, nama Riyanto dijadikan sebagai nama jalan di Prajurit Kulon, Kota Mojokerto".
Perwakilan Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika Sudarto menjelaskan kejadian pembakaran gereja sudah terjadi sejak 1967 silam. Saat itu, penyebab utama pembakaran gereja di Indonesia adalah naiknya persentase penganut agama nasrani baik Katolik ataupun Kristen.
"Pada 1967 penganut nasrani naik dari dua persen menjadi enam persen dan itu menyulut emosi para muslim intoleran hingga terjadilah pembakaran untuk pertama kalinya," kata Darto
Pada masa itu, kata Darto, Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan peraturan yang mengatakan bahwa Kong Hu Cu bukanlah agama dan melarang adanya aktivitas berbau semacam itu.
Peraturan tersebut pada akhirnya menyebabkan masyarakat Indonesia yang merupakan keturunan China berpindah keyakinan dan kebanyakan menjadi pemeluk nasrani.
Bahkan, dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa sejak Indonesia memasuki Era Reformasi total pembakaran gereja sudah lebih dari 1.000 kasus.
Pada zaman B.J. Habibie memimpin negeri, terhitung ada sekitar 162 gereja yang dibakar. Angka tersebut melonjak sangat tinggi saat Indonesia dipimpin oleh Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Pada masa kepemimpinan Gus Dur, pembakaran gereja mencapai angka 360 kasus.
Sedangkan di zaman Megawati Soekarnoputri angka kebakaran kembali turun ke angka 160 kasus.
Sayangnya, jumlah kasus pembakaran kembali meningkat di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Selama sepuluh tahun memimpin Indonesia, SBY dihadapkan dengan 500-an kasus pembakaran gereja.
Jika ditotal secara keseluruhan sudah lebih 1000-an Gereja yang dibakar. Sangat banyak bukan?
Baru-baru ini, warga Desa Lemba Tongoa Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah digegerkan dengan pembunuhan oleh orang tak dikenal. Aksi pembunuhan yang menewaskan empat orang sekaligus itu terjadi pada 09.00 WITA. Sampai saat ini, orang tak dikenal (OTK) yang diduga membunuh keempat orang tersebut masih dalam pengejaran polisi. tidak luput juga Enam Rumah 1 Gereja di Sigi Sulteng dibakar Teroris Ali Kalora, 4 Warga Tewas, 100 Polri TNI Dikerahkan.
Pantaskah kita menyebut diri sebagai umat pilihan jika kita seorang pembunuh?

Tidak ada komentar untuk "PEMBUNUH BERAGAMA sebagai MIMPI BURUK saat di HARI NATAL."
Posting Komentar