Petinggi HAMAS menggajak Warga Sumatera Utara tanpa kecuali ( Gubernur ) Sosialisasi " Buang sampah Pada Tempatnya " Sebagai Upaya Pencegahan Dini Bahaya Banjir.
Jakarta-- #PrayForMedan, Menanggapi yang terjadi saat ini, kita mencoba berbincang-bincang dengan salah seorang Petinggi Organisasi Hamas pukul 24.00 WIB waktu Indonesia Barat yang berlokasi di Jakarta itu. Adapun poin poin yang kita bahas mengenai "Banjir Di Kota Medan".
Akan tetapi sebelum kita bahas yang menjadi pokok dari pembicaaran kita saat itu, 5 Desember 2020. Alangkah lebih baik kita terlebih dulu menggambarkan apa itu HAMAS?
HAMAS, sebuah organisasi yang bekerja dibawah naungan hati nurani, toleransi, dan logika. Dasar dari berdirinya HAMAS, didasari dari semua yang telah terjadi di negeri kita ini. Yang mana ada klaim yang tidak mendidik dan tidak berdasar dari sekelompok oknum tertentu yang mengklaim Negara ini milik mereka.
Saat kita konfirmasi lebih jauh tentang Organisasi ini yang merupakan singkatan dari, HAMAS ( HIMPUNAN ANAK MINORITAS ASLI SUMATERA ), ujar petingginya. HAMAS sendiri berdiri pada tanggal saat itu juga, yang didirikan oleh seorang pekerja serabutan lulusan salah satu Perguruan Tinggi Negeri asal Medan, Sumatera Utara.
Itulah sebab utama kenapa kita memilih HAMAS sebagai narasumber kita dalam kesempatan ini. Kita merasa yang lebih berhak atau bahkan lebih peduli terhadap Medan adalah Orang Medan / Putra Medan.
Saat kita konfirmasi dengan beliau mengenai banjir yang saat ini melanda kota Medan bahkan dari informasi yang kita dapat selain kerugian materi, ada juga korban meninggal dunia sebanyak 5 orang. Beliau membenarkan itu.
Menanggapi bencana banjir Medan, "saya selaku Petinggi HAMAS turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga kota Medan yang kita cintai itu, tempat lahir kita, tempat bermain kita sejak kecil hingga tumbuh menjadi manusia berakhlak dan taat pada Tuhan yang Maha Esa cepat kembali normal seperti sedia kala. Semoga keluarga yang ditinggal korban dapat segera pulih dari duka karna ditinggal orang terkasih". tuturnya.
Bahkan beliau juga berkata, Saya selaku Orang Medan selalu Update tentang perkembangan kota Medan sebagai wujud rasa cinta terhadap kampung sendiri. Melihat dari berita update Medan, beberapa kali saya melihat berita baik lewat sosial media atau dari personal mendapat banyak ide-ide dari Gubernur kita ini. Termasuk tanpa hentinya selalu menyoroti masyarakat Batak, mulai dari menjadikan Danau Toba menjadi Wisata Halal, ramah wisatawan, bahkan ada juga statement untuk menghilangkan Babi dari Sumatera Khususnya masyarakat Batak.
Tidak berhenti sampai disitu, baru baru ini dihebohkan lagi dengan ajakan ".....Beralih dari Tuak ke gula aren...". Ketika saya cek berita itu, benar juga bahkan Gubernur berjanji akan sujud jika RUU Minuman beralkohol disahkan.
Sebagai petinggi HAMAS, saya sangat menyayangkan berita itu, tidak memiliki rasa toleransi ataupun logika menurut saya, lanjutnya. Karena kita tahu, sejarah berkata jika Orang batak itu memilih Danau Toba sebagai daerah kekuasaannya sejak Bumi ini dihuni atau sejak manusia tau cara bertahan hidup.
Batak salah satu suku terbanyak di Negara ini yang mana lengkap dengan aturan, tata cara, adat, kebudayaan semuanya baik, tambahnya.
Melihat dari yang sudah terjadi saat ini, Medan sudah berhari hari dilanda banjir akibatnya kerugian besar, apalagi menurut salah seorang teman yang masih di Medan lampu padam. Kita bisa bayangkan, seperti apa malam kita tanpa lampu.
Beliau juga menyayangkan tindakan dari Gubernur yang selalu sibuk mengurusi Danau Toba, seolah adat, aturan, kebudayaan mereka salah. Kenapa begitu aktif kesananya lupa kalau Kota Medan nya kurang perhatian, imbuhnya.

Berbicara soal bencana alam memang semua kita tidak tahu, tapi kita bisa lakukan berbagai upaya mulai dari cross check aliran sungai dan lain sebagainya. Ibarat kata orang pintar "Sediakan payung sebelum hujan jangan hujan sebelum payung", pungkasnya. Seorang Gubernur kan tahu kapan musim hujan kapan kemarau melalui teman kerjanya yaitu BMKG ( Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika ).
Apa mereka tidak saling komunikasi? Tidak mungkin.
Jangan terlalu sibuk mengurusi Orang Batak lah Pak Gubernur. Mereka uda pintar tau mana yang baik dan tidak baik. Mari kita urus kota Medan saja dulu, biar Medan kita itu maju dan mampu bersaing dengan kota lain.
Terakhir beliau mangajak pak Gubernur untuk bersosialisasi dampak buruk Banjir, agar masyarakat Medan membuang sampah pada tempatnya terutama yang tinggal di pesisir sungai, sembari perbaiki semua yang rusak, jangan hanya menyoroti Danau Toba-nya cepat, tambahnya.
Saya berharap dan sangat menghimbau kepada seluruh warga Medan agar membuang sampah pada tempatnya.
HAMAS, masih seumuran jagung yang didirikan sesaat sebelum wawancara dimulai.
Jakarta, 6 Desember 2020
#PrayForMedan


Tidak ada komentar untuk "Petinggi HAMAS menggajak Warga Sumatera Utara tanpa kecuali ( Gubernur ) Sosialisasi " Buang sampah Pada Tempatnya " Sebagai Upaya Pencegahan Dini Bahaya Banjir."
Posting Komentar