Widget HTML Atas

UAS RAJANYA MENGKAFIRKAN, Memilih pemimpin non-Islam yang baik tindakannya adalah "KAFIR", Sementara memilih Pemimpin Islam yang buruk lakunya adalah........


Jakarta-- Melihat situasi dunia perpolitikan di Indonesia saat ini, maka teramat sering kita menjumpai kalimat kalimat yang melukai hati dan perasaan. Karena memang itulah politik, jika tidak begitu maka tidak laku dan tidak politik namanya. Akan tetapi lebih baik jika politiknya masuk logika dan punya nalar walau memang jika dipikir matang adalah buruk. Jangan sampai membawa SARA! 

Desember 2020, perpolitikan di Indonesia makin hangat dan heboh. Pada tanggal 9 Desember mendatang Indonesia akan melaksanakan Pemilu serentak. Para calon sudah berlomba lomba kampanye visi dan misi yang begitu indah dipandang/dibaca dan juga didengar, walau dalam perealisasian saat sudah terpilih belum tentu terbukti dan dibuktikan. 

Bahkan dalam dunia perkampanyean pun sangat banyak yang kita temui, "Berjualan Agama". Kecil, Besar, Muda, Tua dan bahkan pemuka agama terjun ke dunia perpolitikan dengan cara yang tidak sepantasnya ". Belum lama ini dihebohkan dengan berita yang sempat viral, di salah satu sekolah Negeri melakukan pemilihan ulang ketua OSIS dikarenakan Ketua terpilih beragama non-muslim. Sungguh miris bukan? Sekolah negeri masih SMA sudah dicekoki ilmu hitam "KAFIR"

Kemana negara ini, yang katanya "BHINNEKA TUNGGAL IKA Berbeda beda tetapi tetap satu". 

UAS begitu nama panggilnya, seseorang yang tidak asiing lagi. Dia adalah seorang pendidik di salah satu Agama yang ada di Indonesia tetapi juga sibuk mengurusi dunia perpolitikan. Bahkan sangat  gampang, melontarkan kalimat kalimat "bullying" ampuh "KAFIR" terhadap lawan politiknya / lawan kepercayaannya. 

Pemilik nama panggilan UAS itu, pernah menghina / menistakan Agama Kristen dengan pernyataan "JIN KAFIR" di Salib itu ada jin kafir, tutur petinggi HAMAS saat kita temui di kediamannya Jakarta Timur. 

Baca juga:Benarkah Melisha Sidabutar Meninggal Karena Depresi? Penjelasan Rekan Melisha Sidabutar di Indonesian Idol.

Petinggi Hamas itu juga menjelaskan bahwa baru-baru ini UAS juga berpendapat perihal Pemilu di Simalungun, Sumatera Utara. Menurut berita yang beredar, UAS menyebut jika ada dua calon, salah satunya non-muslim yang perilakunya baik dan satunya lagi Islam tapi perilakunya buruk. Kedua calon tidak bisa kamu pilih, jika kamu pilih yang non-Islam maka kamu adalah "KAFIR" karena bisa jadi saat ini dia baik diterima masyarakat sebagai pencitraan, saat sudah menjabat jadi tidak baik.

Sementara memilih pemimpin Islam yang buruk akan merusak Islam dan keimanannya saja bukan "KAFIR". Itu artinya GOLPUT lebih nikmat.

Berbeda ya, sangat jelas beda. Memilih pemimpin Islam yang buruk akan merusak Islam dan keimanannya, sedangkan memilih pemimpin non-Islam yang baik adalah "KAFIR". Ingat sekali lagi "KAFIR". Otakku tidak nyampe lah, Tutur petinggi HAMAS itu.






Tidak ada komentar untuk "UAS RAJANYA MENGKAFIRKAN, Memilih pemimpin non-Islam yang baik tindakannya adalah "KAFIR", Sementara memilih Pemimpin Islam yang buruk lakunya adalah........"